LAPORAN PRAKTIKUM
“ISOLASI BAKTERI DARI BAHAN
PANGAN”

OLEH
NAMA
: ONGEN ANDREAS
STAMBUK
: D1C1 14 047
KELOMPOK : 2 (DUA)
KELAS
: TPG A
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Populasi mikroba di alam sekitar kita sangat besar dan
sangat komplek. Beratus-beratus spesies berbagai mikroba biasanya menghuni
bermacam-macam bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan dan kulit.
Sebagai contoh, sekali bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme.
Bakteri tersebar sangat luas baik ditanah, air dan udara, bila hendak
mengisolasi bakteri dari tanah/ benda padat yang mudah tersuspensi atau
terlarut, atau zat cair lain, maka dilakukan serangkaian pengenceran (dilution
series) terhadap zat tersebut. Sumber isolat dari bakteri benda yang liat atau
padat, misatnya daging maka zat tersebut dihancurkan terlebih dahulu. Tehadap
bakteri yang hanya terdapat dipermukaan maka pengenceran dilakukan terhadap air
tempat zat tersebut dicelupkan/ direndam.Dan jika bakteri hendak diisolasi dari
udara, cukup dengan membuka cawan petri yang berisi media agar steril beberapa
saat.
Di dalam laboratorium mikrobiologi, populasi bakteri
ini dapat diisolasi menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang
dapat dipelajari morfologi, sifatdan kemampuan biokimiawinya Isolasi merupakan
cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan,
sehingga diperoleh kultur murni atau biakkan murni. Kultur murni ialah kultur
yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal. Beberapa
cara yang dilakukan untuk mengisolasi mikrooraganisme antara cara goresan
(streak plate), cara taburan/tuang (pour plate), cara sebar (spread plate),
cara pengenceran ( dilution plate) serta micromanipulator. Oleh karena itu yang
melatar belakangi percobaan isolasi dan morfologi koloni mikroba ialah untuk
memelihara suatu mikroorganisme yaitu bakteri dan jamur dari media yang ada
serta membedakan bahwasetiap mikroorganisme memiliki bentuk, tepi serta
permukaan koloni yang berbeda – beda.
1.2. Tujuan
Tujuan dari praktikum adalah untuk melatih
praktikan cara membuat biakan murni dengan metode pengenceran dan metode gores.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Teknik isolasi mikroba adalah suatu usaha untuk
menumbuhkan mikroba diluar dari lingkungan alamiahnya. Mikroorganisme dapat
diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, substrat yang berupa bahan pangan,
tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, jamur,
kapang dll. Populasi mikroba di lingkungan sangan beranekaragam sehingga dalam
mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh
koloni tunggal. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk
suatu tujuan penelitian misalnya untuk mengisolasi DNA mikroba yang dapat
mendeteksi mikroba yang telah resistem terhadap suatu antibiotik.atau untuk
mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ani, 2002).
Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam
biakan murni yaitu, cara pengenceran, cara penuangan, cara penggesekan atau
penggoresan, cara penyebaran, cara pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada
hewan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan(Waluyo, 2007).
Pemindahan bakteri dari medium lama kemedium baru
memerlukan banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar
semua alat-alat yang kan digunakan untuk mengerjakan medium dan pengerjaan
inokulasi benar-benar steril. Hal ini untuk menghindari kontaminasi yaitu
masuknya mikroba lain yang tidak diinginkan sehingga biakkan yang tumbuh di
dalam medium adalah benar-benar biakan murni (Dwiyana, 2012).
Untuk metode streak plate misalnya, mikrobia
diletakkan dalam pada ujung plate menggunakan ose,lalu digoreskan pada
permukaan medium agar tersebut dengan pola tertentu yang khas. Ada pula metode
pour plate atau penuangan. Metode ini dapat digunakan untuk penghitungan
bakteri secara langsung. Karena sebelum dituang bakteri tersebut diencerkan
terlebih dahulu. Sehingga syarat penghitungan langsung yaitu dalam 1 media
terdapat 30-300 koloni dapat terpenuhi (Prescott et.al.2008).
Metode pengenceran yaitu dengan mengencerkan misalnya
1 ose bakteri dengan air. Lalu hasil pengenceran tersebut diencerkan lagi
dengan beberapa ketentuan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi konsentrasi
bakteri (Barazandeh, 2008).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan Waktu
Praktikum
teknik isolasi bakteri dari bahan pangan dilaksanakan di Laboratorium Unit
Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari pada hari
Rabu, 29 April 2015 pukul 08.00 WITA sampai 10.00 WITA.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan pada praktikum teknik isolasi bakteri dari bahan pangan adalah :
cawan petri berisi media Nutrient Agar (NA) steril, aquadest, yoghurt, ikan
busuk, makanan jajanan, minuman jajanan, alkohol 70% .
Alat yang digunakan pada praktikum
teknik isolasi bakteri dari bahan pangan adalah : cawan petri, Micro Pipette, Micro Tube, gelas kimia, tabung reaksi, timbangan analitik, Vortex, Laminar Air Flow, lampu bunsen, Glass
Rod, Plastic Wrap, kertas label,
alat tulis dan kamera.
3.3. Prosedur Kerja
Prosedur yang dilakukan pada
praktikum teknik isolasi bakteri dari bahan pangan, yaitu:
1. Menyiapkan
9 buah Micro Tube berisi 0,9 mL
aquadest.
2. Memipet
0,1 mL suspensi sampel yoghurt dari Tube
1 dan mencampurkannya ke dalam Tube 2
yang berisi aquadest.
3. Menghomogenkan
Tube hingga suspensi sampel dan
aquadest tercampur dengan baik, melakukan pengenceran hingga Tube ke 9.
4. Melakukan
pengenceran dengan sampel lainnya seperti ikan busuk, makanan serta minuman
jajanan dengan perlakuan yang sama seperti sampel yoghurt.
5. Mencelupkan
batang penyebar/Glass Rod ke dalam
alkohol, lalu memanaskan batang penyebar hingga alkohol terbakar habis.
6. Mendinginkan
batang penyebar sebelum digunakan.
7. Memipet
0,1 mL cairan suspensi bakteri dari Micro
Tube 8 dan 9 dengan Micro Pipette secara
terpisah.
8. Menuang
suspensi bakteri dari masing-masing Micro
Tube dalam lempengan agar dan menyebarkannya menggunakan batang penyebar
hingga rata dan kering.
9. Menyimpan
biakan ke dalam inkubator selama ± 48 jam.
10. Mengamati
perkembangan koloni yang terbentuk dan menghitung jumlah koloninya.
11. Mencatat
dan mendokumentasikan hasil pengamatan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil pengamatan pada
praktikum teknik isolasi mikroba dari bahan pangan dapat dilihat pada gambar
dan tabel berikut :
Gambar 1. Penampakan
Koloni Bakteri pada Cawan Pengamatan

(a)
(b)

(c) (d)
Keterangan : (a) Isolat kue lapis, (b) Isolat
jus jeruk, (C) Isolat ikan busuk,
(d) Isolat
Yogurt.
Tabel 1. Jumlah Koloni dan Populasi
Bakteri pada Cawan Pengamatan
|
Cawan Pengamatan
|
Jumlah Koloni Tumbuh
|
Populasi Bakteri / mL
|
|
Y 108
|
209
|
1,045 x 1012 CFU/mL
|
|
K 108
|
216
|
1,08 x 1012 CFU/mL
|
|
I 108
|
123
|
6,15 x 1011 CFU/mL
|
|
J 109
|
219
|
1,095 x 1013 CFU/mL
|
4.2.
Pembahasan
Isolasi mikroba merupakan cara memisah satu jenis
mikroba denga mikroba lainnya yang terdapat dialam dan menumbuhkannya dalam
satu medium buatan. Prinsip isolasai mikroba adalah memisahkan satu jenis
mikrba dengan mikroba lainnya yang berasal dari bermacam – macam campuran
mikroba.
Metode yang digunakan pada percobaan kali ini
menggunakan metode agar sebar yang merupakan metode isolasi dengan cara
mengambil suspensi bakteri dan sampel tersebut kemudian di sebarkan atau di
tuang dari medium kedalam lempengan agar.
Praktikum isolasi bakteri pada bahan pangan dilakukan
dengan mengambil 10 ml aquades dan menyiapkan 9 buah mikrotube berisi 0,9 ml
air steril. Pipet 0,1 ml suspensi sampel dari tabung 1 dan mencampurkan ke
dalam tabung 2, lalu memipet 0,1 ml lagi suspensi dari tabung 2 dan
mencampurkan ke dalam tabung 3, perlakuan ini dilakukan hingga tabung 9, tiap
setelah mencampurkan ke dalam tabung berikutnya, menggoyang dan memutar tabung sehingga
tercampur dengan baik. Kemudian menuang suspensi bakteri dari mikrotube dalam
agar lempengan dan sebar dengan menggunakan batang penyebar hingga ratadan
kering. Menyimpan biakan ke dalam inkubator selama ±48 jam kemudian mengamati
perkembangan koloni yang telah disimpan.
Hasil
percobaan pada isolasi dan identifikasi mikroba. Pada cawan petri dengan label Y 108 terdapat 209 koloni mikroba. Pada cawan petri
dengan label K 108 terdapat
216 koloni mikroba.
Pada cawan petri dengan label I 108 terdapat
koloni mikroba. Pada cawan petri dengan label terdapat koloni. Pada cawan petri dengan label terdapat sebanyak 123 koloni. Pada cawan petri dengan label terdapat
koloni. Pada cawan petri
dengan label J 109 terdapat sebanyak koloni dan pada cawan petri dengan label terdapat sebanyak 219 koloni.
V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan
praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa teknik isolasi bakteri dari bahan
pangan bertujuan untuk membuat kultur murni yang berasal dari bahan pangan. Metode
yang dilakukan pada percobaan ini adalah teknik agar sebar. Kelebihan teknik
ini adalah mikroorganisme yang tumbuh dapat tersebar merata pada bagian
permukaan media agar.
5.2. Saran
Saran yang dapat praktikan sampaikan pada
praktikum kali ini adalah agar praktikan harus siap dalam menjalankan
praktikum, baik itu alat maupun bahan harus sudah siap sebelum dilakukan
praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Ani
Murniati, 2002. Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi. IPB Press.
Bogor.
Barazandeh, N. 2008. Microbiology Titles. Springer-Verlag
Berlin Heidelberg Media. Jerman.
Dwyana Z,. Abdullah. 2012. Penuntun Praktikum
Mikrobiologi. Universitas Hasanuddin. Makassar
Prescott, L. M, J. P. Harley, dan D. A. Klein.
2008. Microbiology. 7th Ed. McGraw-Hill Book
Company Inc. USA.
Waluyo, L. 2007. Mikrobiologi Umum. UMM
Press. Malang.
LAMPIRAN
Populasi
= Jumlah Koloni x Pengenceran x Suspensi
a.
Sampel
Yoghurt 108
P
= 209 x 108 x 50
= 10.450 x 108
= 1,045 x 1012 CFU/mL
b.
Sampel
Kue Lapis 108
P
= 216 x 108 x 50
= 10.800 x 108
= 1,08 x 1012 CFU/mL
c.
Sampel
Ikan Busuk 108
P
= 123 x 108 x 50
= 6.150 x 108
= 6,15 x 1011
CFU/mL
d.
Sampel
Jus Jeruk 109
P
= 219 x 109 x 50
= 10.950 x 109
= 1,09 x 1013 CFU/mL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar