Rabu, 11 Mei 2016

LAPORAN PRAKTIKUM “ISOLASI BAKTERI DARI BAHAN PANGAN”



LAPORAN PRAKTIKUM
 “ISOLASI BAKTERI DARI BAHAN PANGAN”





Description: D:\My Picture\LOGO UNHALU\LOGO UNIVERSITAS HALU OLEO (UHO).png













OLEH
NAMA                   : ONGEN ANDREAS
STAMBUK            : D1C1 14 047
KELOMPOK         : 2 (DUA)
KELAS                   : TPG A





JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016



I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Populasi mikroba di alam sekitar kita sangat besar dan sangat komplek. Beratus-beratus spesies berbagai mikroba biasanya menghuni bermacam-macam bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan dan kulit. Sebagai contoh, sekali bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme. Bakteri tersebar sangat luas baik ditanah, air dan udara, bila hendak mengisolasi bakteri dari tanah/ benda padat yang mudah tersuspensi atau terlarut, atau zat cair lain, maka dilakukan serangkaian pengenceran (dilution series) terhadap zat tersebut. Sumber isolat dari bakteri benda yang liat atau padat, misatnya daging maka zat tersebut dihancurkan terlebih dahulu. Tehadap bakteri yang hanya terdapat dipermukaan maka pengenceran dilakukan terhadap air tempat zat tersebut dicelupkan/ direndam.Dan jika bakteri hendak diisolasi dari udara, cukup dengan membuka cawan petri yang berisi media agar steril beberapa saat.
Di dalam laboratorium mikrobiologi, populasi bakteri ini dapat diisolasi menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat dipelajari morfologi, sifatdan kemampuan biokimiawinya Isolasi merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan, sehingga diperoleh kultur murni atau biakkan murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal. Beberapa cara yang dilakukan untuk mengisolasi mikrooraganisme antara cara goresan (streak plate), cara taburan/tuang (pour plate), cara sebar (spread plate), cara pengenceran ( dilution plate) serta micromanipulator. Oleh karena itu yang melatar belakangi percobaan isolasi dan morfologi koloni mikroba ialah untuk memelihara suatu mikroorganisme yaitu bakteri dan jamur dari media yang ada serta membedakan bahwasetiap mikroorganisme memiliki bentuk, tepi serta permukaan koloni yang berbeda – beda.
1.2. Tujuan
Tujuan dari praktikum adalah untuk melatih praktikan cara membuat biakan murni dengan metode pengenceran dan metode gores.













II. TINJAUAN PUSTAKA
Teknik isolasi mikroba adalah suatu usaha untuk menumbuhkan mikroba diluar dari lingkungan alamiahnya. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, substrat yang berupa bahan pangan, tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, jamur, kapang dll. Populasi mikroba di lingkungan sangan beranekaragam sehingga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni tunggal. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk mengisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resistem terhadap suatu antibiotik.atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ani, 2002).
Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu, cara pengenceran, cara penuangan, cara penggesekan atau penggoresan, cara penyebaran, cara pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada hewan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan(Waluyo, 2007).
Pemindahan bakteri dari medium lama kemedium baru memerlukan banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat-alat yang kan digunakan untuk mengerjakan medium dan pengerjaan inokulasi benar-benar steril. Hal ini untuk menghindari kontaminasi yaitu masuknya mikroba lain yang tidak diinginkan sehingga biakkan yang tumbuh di dalam medium adalah benar-benar biakan murni (Dwiyana, 2012).
Untuk metode streak plate misalnya, mikrobia diletakkan dalam pada ujung plate menggunakan ose,lalu digoreskan pada permukaan medium agar tersebut dengan pola tertentu yang khas. Ada pula metode pour plate atau penuangan. Metode ini dapat digunakan untuk penghitungan bakteri secara langsung. Karena sebelum dituang bakteri tersebut diencerkan terlebih dahulu. Sehingga syarat penghitungan langsung yaitu dalam 1 media terdapat 30-300 koloni dapat terpenuhi (Prescott et.al.2008).
Metode pengenceran yaitu dengan mengencerkan misalnya 1 ose bakteri dengan air. Lalu hasil pengenceran tersebut diencerkan lagi dengan beberapa ketentuan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi konsentrasi bakteri (Barazandeh, 2008).













III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan Waktu
Praktikum teknik isolasi bakteri dari bahan pangan dilaksanakan di Laboratorium Unit Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, Kendari pada hari Rabu, 29 April 2015 pukul 08.00 WITA sampai 10.00 WITA.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan pada praktikum teknik isolasi bakteri dari bahan pangan adalah : cawan petri berisi media Nutrient Agar (NA) steril, aquadest, yoghurt, ikan busuk, makanan jajanan, minuman jajanan, alkohol 70% .
Alat yang digunakan pada praktikum teknik isolasi bakteri dari bahan pangan adalah : cawan petri, Micro Pipette, Micro Tube, gelas kimia, tabung reaksi, timbangan analitik, Vortex, Laminar Air Flow, lampu bunsen, Glass Rod, Plastic Wrap, kertas label, alat tulis dan kamera.
3.3. Prosedur Kerja
Prosedur yang dilakukan pada praktikum teknik isolasi bakteri dari bahan pangan, yaitu:
1.    Menyiapkan 9 buah Micro Tube berisi 0,9 mL aquadest.
2.    Memipet 0,1 mL suspensi sampel yoghurt dari Tube 1 dan mencampurkannya ke dalam Tube 2 yang berisi aquadest.
3.    Menghomogenkan Tube hingga suspensi sampel dan aquadest tercampur dengan baik, melakukan pengenceran hingga Tube ke 9.
4.    Melakukan pengenceran dengan sampel lainnya seperti ikan busuk, makanan serta minuman jajanan dengan perlakuan yang sama seperti sampel yoghurt.
5.    Mencelupkan batang penyebar/Glass Rod ke dalam alkohol, lalu memanaskan batang penyebar hingga alkohol terbakar habis.
6.    Mendinginkan batang penyebar sebelum digunakan.
7.    Memipet 0,1 mL cairan suspensi bakteri dari Micro Tube 8 dan 9 dengan Micro Pipette secara terpisah.
8.    Menuang suspensi bakteri dari masing-masing Micro Tube dalam lempengan agar dan menyebarkannya menggunakan batang penyebar hingga rata dan kering.
9.    Menyimpan biakan ke dalam inkubator selama ± 48 jam.
10.    Mengamati perkembangan koloni yang terbentuk dan menghitung jumlah koloninya.
11.    Mencatat dan mendokumentasikan hasil pengamatan.









IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil pengamatan pada praktikum teknik isolasi mikroba dari bahan pangan dapat dilihat pada gambar dan tabel berikut :
Gambar 1. Penampakan Koloni Bakteri pada Cawan Pengamatan
                
                               (a)                                                          (b)         
              
                                (c)                                                         (d)
Keterangan : (a) Isolat kue lapis, (b) Isolat jus jeruk, (C) Isolat ikan busuk,
 (d) Isolat Yogurt.


Tabel 1. Jumlah Koloni dan Populasi Bakteri pada Cawan Pengamatan

Cawan Pengamatan
Jumlah Koloni Tumbuh
Populasi Bakteri / mL
Y 108
209
1,045 x 1012 CFU/mL
K 108
216
1,08 x 1012 CFU/mL
I 108
123
6,15 x 1011 CFU/mL
J 109
219
1,095 x 1013 CFU/mL

4.2. Pembahasan
Isolasi mikroba merupakan cara memisah satu jenis mikroba denga mikroba lainnya yang terdapat dialam dan menumbuhkannya dalam satu medium buatan. Prinsip isolasai mikroba adalah memisahkan satu jenis mikrba dengan mikroba lainnya yang berasal dari bermacam – macam campuran mikroba.
Metode yang digunakan pada percobaan kali ini menggunakan metode agar sebar yang merupakan metode isolasi dengan cara mengambil suspensi bakteri dan sampel tersebut kemudian di sebarkan atau di tuang  dari medium kedalam lempengan agar.
Praktikum isolasi bakteri pada bahan pangan dilakukan dengan mengambil 10 ml aquades dan menyiapkan 9 buah mikrotube berisi 0,9 ml air steril. Pipet 0,1 ml suspensi sampel dari tabung 1 dan mencampurkan ke dalam tabung 2, lalu memipet 0,1 ml lagi suspensi dari tabung 2 dan mencampurkan ke dalam tabung 3, perlakuan ini dilakukan hingga tabung 9, tiap setelah mencampurkan ke dalam tabung berikutnya, menggoyang dan memutar tabung sehingga tercampur dengan baik. Kemudian menuang suspensi bakteri dari mikrotube dalam agar lempengan dan sebar dengan menggunakan batang penyebar hingga ratadan kering. Menyimpan biakan ke dalam inkubator selama ±48 jam kemudian mengamati perkembangan koloni yang telah disimpan.
Hasil percobaan pada isolasi dan identifikasi mikroba. Pada cawan petri dengan label Y 108 terdapat 209 koloni mikroba. Pada cawan petri dengan label K 108 terdapat 216 koloni mikroba. Pada cawan petri dengan label I 108 terdapat koloni mikroba. Pada cawan petri dengan label terdapat  koloni. Pada cawan petri dengan label terdapat sebanyak 123 koloni. Pada cawan petri dengan label terdapat  koloni. Pada cawan petri dengan label  J 109 terdapat sebanyak koloni dan pada cawan petri dengan label terdapat sebanyak 219 koloni.















V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa teknik isolasi bakteri dari bahan pangan bertujuan untuk membuat kultur murni yang berasal dari bahan pangan. Metode yang dilakukan pada percobaan ini adalah teknik agar sebar. Kelebihan teknik ini adalah mikroorganisme yang tumbuh dapat tersebar merata pada bagian permukaan media agar.
5.2. Saran
Saran yang dapat praktikan sampaikan pada praktikum kali ini adalah agar praktikan harus siap dalam menjalankan praktikum, baik itu alat maupun bahan harus sudah siap sebelum dilakukan praktikum.












DAFTAR PUSTAKA
Ani Murniati, 2002. Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi. IPB Press. Bogor.
Barazandeh, N. 2008. Microbiology Titles. Springer-Verlag Berlin Heidelberg   Media. Jerman.

Dwyana Z,. Abdullah. 2012. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Universitas Hasanuddin. Makassar

Prescott, L. M, J. P. Harley, dan D. A. Klein. 2008. Microbiology. 7th Ed. McGraw-Hill Book Company Inc. USA.

Waluyo, L. 2007. Mikrobiologi Umum. UMM Press. Malang.

















LAMPIRAN
Perhitungan Populasi Bakteri Menggunakan Rumus :
Populasi = Jumlah Koloni x Pengenceran x Suspensi
a.      Sampel Yoghurt 108
P = 209 x 108 x 50
   = 10.450 x 108
   = 1,045 x 1012 CFU/mL
b.      Sampel Kue Lapis 108
P = 216 x 108 x 50
   = 10.800 x 108
   = 1,08 x 1012 CFU/mL
c.       Sampel Ikan Busuk 108
P = 123 x 108 x 50
   = 6.150 x 108
   = 6,15 x 1011 CFU/mL
d.      Sampel Jus Jeruk 109
P = 219 x 109 x 50
   = 10.950 x 109
   = 1,09 x 1013 CFU/mL




Tidak ada komentar:

Posting Komentar