LAPORAN PRAKTIKUM
“PEMBUATAN MEDIA DAN
STERILISASI”

OLEH
NAMA :
ONGEN ANDREAS
NIM :
D1C1 14 047
KELOMPOK :
2 (DUA)
KELAS :
TPG C
JURUSAN
ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS
TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2016
I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Dalam melakukan diagnosa
Mikrobiologi sterilisasi sangat diutamakan baik alat maupun medianya. Suatu
alat dikatakan steril apabila alat atau bahan bebas dari mikroba baik dalam
bentuk vegetative maupun spora. Untuk
itu sebagai pemula dalam Mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi,
pembuatan media serta teknik penanaman.
Secara umum sterilisasi merupakan
proses pemusnahan kehidupan khususnya mikroba dalam suatu wadah ataupun
peralatan laboratorium. Sterilisasi dalam Mikrobiologi adalah suatu proses
untuk mematikan semua mikroorgansime yang terdapat pada atau didalam suatu
benda. Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaan
panas, penggunaan bahan kimia, dan penyaringan (filtrasi). Apabila panas digunakan bersama-sama dengan uap air maka
disebut sterilisasi basah, bila tanpa kelembaban maka disebut sterilisasi
kering.
Untuk
membutuhkan dan mengembangbiakkan mikroba diperlukan suatu substrat yang
disebut medium. Sedangkan medium itu sendiri sebelum digunakaan harus dalam
keadaan steril artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan
agar mikroba dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan baik di dalam medium, maka
diperlukan syarat tertentu yang diantaranya bahwa didalam medium harus
terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
mikroba kemudian susunan makanannya, tekanan osmosis, derajat, keasaman (pH),
dan temperatur.
Dalam bidang penelitian
mikroorganisme ini, tentunya menggunakan teknik atau cara-cara khusus untuk
mempelajarinya dan bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti
mikroorganisme ini baik sifat dan karakteristiknya, tentu diperlukan pula
tentang bagamana caranya menumbuhkan suatu mikroba ke dalam suatu media, karena
kita tahu bahwa beragamnya persyaratan tumbuh mikroba, maka harus dimengerti
jenis-jenis nutrient yang disyaratkan
oleh mikroba dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi yang
optimum bagi pertumbuhannya. Mikroba amat beragam, baik dalam persyaratan nutrient maupun fisiknya. Jadi, media
yang digunakan harus mengandung komponen-komponen yang dibutuhkan oleh mikroba
tersebut.
1.2.
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menyiapkan media tumbuh mikroorganisme yang
steril.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
Medium
ialah suatu bahan yang
terdiri atas campuran nutrisi (zat makanan) yang dipakai untuk menumbuhkan
mikroba termasuk bakteri patogen tanaman. Selain itu menumbuhkan mikrobia
medium dapat digunakan pula untuk isolasi, memperbanyak, pengujian sifat-sifat
fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba (Khaeruni dan Satrah, 2014).
Medium harus mengandung
nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut
dalam air. Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang
kompleks. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup,
yang meliputi air, karbon, energi, mineral dan faktor tumbuh (Label, 2008)
NA (Nutrien
Agar) adalah medium yang digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri. NA
di buat dengan komposisi agar–agar yang sudah dipadatkan sehingga NA juga bisa
disebut sebagai nutrisi padat yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri. Fungsi
agar–agar hanya sebagai pengental namun bukan zat makanan pada bakteri, agar
dapat mudah menjadi padat pada suhu tertentu. Medium Nutrient Agar adalah
salah satu medium padat yang memiliki komposisi yaitu agar–agar yang telah di
panaskan dan mencair dengan suhu 950C (Sandra, 2013).
PDA
(Potato Dextrose Agar) merupakan
media yang sangat umum yang digunakan untuk mengembangbiakkan dan menumbuhkan
jamur dan khamir. Komposisi Potato Dextrose Agar ini terdiri dari bubuk
kentang, dextrose dan jugaagar. Bubuk kentang dan juga dextrose merupakan sumber
makanan untuk jamur dan khami. Potato Dextrose Agar juga bisa digunakan untuk menghitung
jumlah mikroorganisme menggunakan metode Total Plate Count. Perindustrian
seperti industri makanan, industri produk susu dan juga kosmetik menggunakan
PDA untuk menghitung jumlah mikroorganisme pada sample mereka.Karena fungsinya
yang dapat mengembangbiakkan jamur, sekarang ini PDA juga banyak digunakan oleh
pembudidayan jamur seperti jamur tiram. Untuk memaksimalkan pertumbuhan bibit
jamur, biasanya pembudidaya mengatur kondisi pH yang rendah (sekitar 3,5) dan
juga menambahkan asam atau antibiotik untuk menghambat terjadinya pertumbuhan
bakteri (Sugianto, 2012).
Sterilisasi merupakan metode praktis yang dirancang untuk membersihkan dari
mikroorganisme,atau sengaja untuk menghambat pertumbuhannya. Mikroorganisme
sangat berbeda, dalam
kelemahannya terdapat berbagai macam agen antimikroba. Sterilisasi dengan panas adalah unit operasi dimana bahan dipanaskan dengan
suhu yang cukup tinggi dan waktu yang cukup lama untuk merusak mikroba dan
aktivitas enzim. Sebagai hasilnya, bahan yang disterilkan akan memiliki daya
simpan lebih dari enam bulan pada suhu ruang. Contoh proses sterilisasi adalah
produk olahan dalam kaleng seperti kornet, sarden dan sebagainya (Irianto,
2006).
III.
METODELOGI
PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan Waktu
Praktikum Pembuatan
Media dan Sterilisasi Dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Biomolekuler, Fakultas Pertanian,
Universitas Halu Oleo Kendari, pada hari Selasa Tanggal 3
Mei 2016 pukul 10.00 - 12.00
WITA.
3.2.
Bahan
dan Alat
Bahan yang digunakan pada praktikum
ini adalah
media sintetis Nutrient Broth, media
sintetis Potato Dextrose Broth, media EMBA, agar, Starch/pati, Skim Milk, akuades, pepton,
larutan NaCl, larutan KH2PO4 dan Brmothymol blue (1%) .
Alat yang digunakan pada praktikum
ini adalah timbangan analitik, botol Scott
250 ml, gelas kimia1000
ml, Magnetic Stirrer, Hot Plate, Autoclave dan Aluminium Foil.
3.3. Prosedur Kerja
Prosedur yang dilakukan pada
praktikum pembuatann media dan sterilisasi, yaitu:
1. Media
Nutrient Agar (NA)
a. Menimbang
media sintetis Nutrient Broth sebanyak
9 gr.
b. Menimbang
agar sebanyak 20 gr.
c. Mencampurkan
media sintetis Nutrient Broth dan
agar dalam gelas kimia 1000 ml.
d. Menambahkan
akuades sebanyak 1000 ml.
e. Menghomogenkan
campuran media tersebut menggunakan Magnetic
Stirrer, setelah itu memasukkannya ke dalam botol Schott.
f. Mensterilisasi
media tersebut menggunakan Autoclave.
2. Media
Potato Dextrose Agar (PDA)
a. Menimbang
media sintetis Potato Dextrose Broth sebanyak
24 gr.
b. Menimbang
agar sebanyak 20
gr.
c. Mencampurkan
media sintetis Potato Dextrose Broth dan
agar dalam gelas kimia 1000 ml.
d. Menambahkan
akuades sebanyak 1000 ml.
e. Menghomogenkan
campuran media tersebut menggunakan Magnetic
Stirrer, setelah itu memasukkannya ke dalam botol Schott.
f. Mensterilisasi
media tersebut menggunakan Autoclave.
3. Media
EMBA
a. Menimbang media sintesis EMBA sebanyak 37,5
gr
b. Memasukkan media EMBA kedalam gelas kimia
1000 ml
c. Menambahkan akuades sebanyak 1000 ml
d. Menghomogenkan campuran media menggunakan magnetic stinner,
e. Mensterilisasi media tersebut menggunakan autoclave
4. Media
Uji Aerob dan Anaerob
a.
Menimbang pepton 2,0 g
; NaCl 5,0; KH2PO4 0,3 g; Agar 20 g; Bromothymol blue
(1%) 3,0)
b.
Mencampurkan bahan-bahan
tersebur kedalam gelas kimia 1000 ml, lalu menambahkan akuades sebanyak 1000ml.
c.
Menghomogenkan campuran
media tersebut menggunakan magnetic stirrer, setelah itu dimasukkan kedalam
botol schoot.
d.
Mensterilisasi media
tersebut menggunakan autoclave.
5. Media
Uji Amilolitik
a.
Menimbang media
sintetis Nutrient Broth sebanyak 9
gr.
b.
Menimbang agar sebanyak
20 gr lalu menambahkan
15% Starch/pati.
c.
Mencampurkan
bahan-bahan tersebut ke dalam gelas kimia 1000 ml.
d.
Menambahkan akuades
sebanyak 1000 ml.
e.
Menghomogenkan campuran
media tersebut menggunakan Magnetic
Stirrer, setelah itu memasukkannya ke dalam botol Schott.
f.
Mensterilisasi media
tersebut menggunakan Autoclave.
6. Media
Uji Proteolitik
a.
Menimbang media
sintetis Nutrient Broth sebanyak 9
gr.
b.
Menimbang agar sebanyak
20 gr lalu menambahkan
15% Skim Milk.
c.
Mencampurkan
bahan-bahan tersebut ke dalam gelas kimia 1000 ml.
d.
Menambahkan akuades
sebanyak 1000 ml.
e.
Menghomogenkan campuran
media tersebut menggunakan Magnetic
Stirrer, setelah itu memasukkannya ke dalam botol Schott.
f.
Mensterilisasi media
tersebut menggunakan Autoclave.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil

Hasil dari praktikum Pembuatan Media dan Sterilisasi dapat
dilihat pada gambar berikut:

Keterangan : A).
Media Nutrient Agar/NA ; B). Media PDA ; C). UJi Media EMBA ; D). UJi Media
Aerob dan Anaerob ; E). Uji Media Amilolitik ; dan F). Uji media proteolitik.
4.2
Pembahasan
Nutrient Agar (NA) merupakan suatu medium yang berbentuk padat, yang
merupakan perpaduan antara bahan alamiah dan senyawa-senyawa kimia. NA dibuat dari
campuran ekstrak daging dan peptone dengan menggunakan agar sebagai pemadat. Dalam
hal ini agar digunakan sebagai pemadat, karenasifatnya yang mudah membeku dan mengandung
karbohidrat yang berupa galaktam sehingga tidak mudah diuraikan oleh mikroorganisme.
Nutrien Agar(NA)
digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri, Pembuatan medium percobaan ini dengan menggunakan NA (Nutrien Agar), di mana dalam pembuatanya adalah menimbang media
sintetis Nutrien Broth sebanyak 9 gr,
kemudian menimbang agar sebanyak 20 gr setelah menimbang selanjutnya mencampurkan kedua
bahan kedalam gelas kimia berukuran 1000 ml yang telah terisi air aquades
sebanyak 1000 ml, kemudian aduk larutan dengan menggunakan magnetic stirrer guna menghomogenkan kedua bahan, setelah bahan
homogen masukkan kedalam botol schoot dan sterilisasi dengan menggunakan Autoclave. Hasil yang didapatkan yaitu
larutan agar tampak bening agak keemasan seperti terlihat pada gambar.
Potato
Dextrose Agar (PDA) Merupakan media komplek dan media diferensiasi untuk pertumbuhan
jamur dan yeast sehingga sering digunakan sebagai uji untuk menentukan jumlah jamur
dan yeast dengan menumbuhkan mikroba pada permukaan sehingga akan membentuk koloni
yang dapat diikat dan dihitung (Fardiaz, 1993). Selain itu PDA (Potato Dextrose
Agar) juga digunakan untuk pertumbuhan, isolasi dan enumerasi dari kapang serta
khamir pada bahan makanan dan bahan lainnya.
PDA
(Potato Dextrose Agar) digunakan untuk
menumbuh kancendawan. Pada
pembuatan PDA menggunakan media sintetis Potato
Dekstrosa Broth sebanyak 24 gr dana agar sebanyak 20
gr, kemudian kedua bahan dicampurkan kedalam gelas kimia 1000 ml yang telah
berisi aquades sebanyak 1000 ml selanjutnya homogenkan kedua bahan dengan
menggunakan magnetic stirrer setelah
itu masukan kedalam botol schoot dan
sterilisasi dengan mengunakan Autoclave.
Hasil yang didapatkan yaitu larutan bening serta kuning kemerahan seperti pada
gambar.
Media EMBA (
Eosin Methylen Blue Agar ) mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan
berfungsi untuk memilih mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti staphylococcus
aureus, P. aerugenosa dan salmonella. Mikroba yang memfermentasikan laktosa
akan menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.
Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninyan tidak berwarna. Adanya
eosin dan methylen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Namun
demikian, jika media ini digunakan pada tahap awal Karena kuman lainnya juga
tumbuh terutama P. aerugenosa dan salmonella sp. Dan dapat menimbulkan
keraguan. Emba yang menggunakan eosin dan methylen blue sebagai indicator
memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan tidak
meragikan laktosa.
Pembuatan media EMBA
yaitu dengan menimbang media sintesis EMBA sebanyak
37,5
gr, Dicampurkan
kedalam gelas kimia 1000 ml yang telah berisi aquades sebanyak 1000 ml
selanjutnya homogenkan bahan dengan menggunakan magnetic stirrer setelah itu masukan kedalam botol schoot dan sterilisasi dengan mengunakan
Autoclave,SehinggaHasil yang didapatkan yaitu larutan
berwarna gelap dengan kilap logam seperti pada gambar.
Bakteri aerob
adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk hidupnya. Jika tidak ada oksigen,
bakteri akan mati. Bakteri aerob menggunakan glukosa atau zat organik lainnya
seperti etanol untuk dioksidasi menjadi CO2, H2O, dan sejumlah energi.
Contoh-contoh bakteri aerob adalah Nitrobacter, Nitrosomonas,
Methanimonas (pengoksidasi metan), Nitrosococcus, Acetobacter,
Hydrogemonas, Nocardiaasteroides (penyebab penyakit paru-paru), Thiobacillus
thiooxidans.
Bakteri anaerob
fakultatif adalah bakteri yang dapat hidup dengan baik. baik
itu dengan oksigen atau tanpa oksigen. Contoh-contoh bakteri anaerbo fakultatif
adalah Streptococcus, Aerobacter aerogenes, Escherichia coli, Lactobacillus,
Alcaligenesis. Sedangkan Bakteri
anaerob obligat adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen dalam
hidupnya, Jika ada oksigen bakteri tersebut akan mati. Contoh-contoh bakteri
anaerob obligat adalah Prevotella melaninogenica (menyebabkan abses pada
rongga mulut dan faring), Clostridium tetani (menyebabkan kejang otot), Peptostreptococcus
(menyebabkan abses otak dan abses saluran kelamin wanita), Methanobacterium
(menghasilkan gas metana), dan Bacteroides fragilis (menyebabkan
abses atau tumpukan nanah di usus).
Uji media
aerob dan anaerob dilakukan dengan menggunakan bahan pepton sebanyak
2,0 grdan menambahkan larutan
NaCl 5,0 gr serta larutan KH2PO4 sebanyak 20 gr dengan Bromothymol
blue (1%) 3,0 gr), kemudian semua bahan
tersebut dicampurkan
kedalam gelas kimia 1000 ml yang telah berisi aquades sebanyak 1000 ml,
selanjutnya di homogenkan kedua bahan dengan menggunakan magnetic stirrer setelah itu masukan
kedalam botol schoot dan sterilisasi
dengan mengunakan Autoclave, Sehingga Hasil akhir yang didapatkan yaitu larutan berwarna hitam kecoklatan seperti yang terlihat pada gambar.
Bakteri Amilolitik merupakan
mikroorganisme yang mampu memecah pati menjadi menjadi senyawa yang lebih sederhana,
terutama dalam bentuk glukosa. Kebanyakan mikroorganisme Amilolitik tumbuh subur
pada bahan pangan yang banyak mengandung pati atau karbohidrat, misalnya pada berbagai
jenis tepung. Kebanyakan jenis mikroorganisme amilolitik adalah kapang, tetapi beberapa
jenis bakteri juga ada, jenis yang mempunyai spesies bersifat Amilolitik misalnya
Clostridium butyriciumdan Bacillus subtilis.
Pembuatan media Uji
Amilolitik yaitu menggunakan Nutrien
Broth sebanyak 9 gr, agar
20
gr, dan menambahkan 15% Starch/pati, kemudian
semuabahan
tersebut dicampurkan
kedalam gelas kimia 1000 ml yang telah berisi aquades sebanyak 1000 ml
selanjutnya homogenkan kedua bahan dengan menggunakan magnetic stirrer setelah itu masukan kedalam botol schoot dan sterilisasi dengan mengunakan
Autoclave, SehinggaHasil yang didapatkan yaitu larutan
agar tampak jernih agak kekuningan seperti pada gambar.
Bakteri
proteolitik adalah bakteri yang memproduksi enzim protease ekstraseluler, yaitu
enzim pemecah protein yang diproduksi di dalam sel kemudian dilepaskan keluar
dari sel. Semua bakteri mempunyai enzim protease di dalam sel, tetapi tidak
semua mempunyai enzim protease ekstraseluler. Dekomposisi protein oleh
mikroorganisme lebih kompleks daripada pemecahan karbohidrat dan produk
akhirnya juga lebih bervariasi. Hal ini disebabkan struktur protein yang lebih
kompleks. Mikroorganisme melalui suatu sistem enzim yang kompleks, memecah
protein menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana.
Pembuatan media Uji Proteolitik yaitu menggunakan bahan Nutrien
Broth sebanyak
9 gr, agar 20 gr, dan menambahkan 15% Skim Milk. kemudian
semua bahan
tersebut dicampurkan
kedalam gelas kimia 1000 ml yang telah berisi aquades sebanyak 1000 ml
selanjutnya di homogenkan kedua bahan dengan menggunakan magnetic stirrer setelah itu masukan
kedalam botol schoot dan sterilisasi
dengan mengunakan Autoclave, Sehingga Hasil
yang didapatkan yaitu larutan berwarna kuning keruh
seperti yang terlihat pada gambar.
Sterilisasi adalah proses penghilangan semua jenis
organisme hidup,dalam hal ini
adalah mikroorganisme (protozoa, fungi, bakteri, mycoplasma,virus) yang terdapat dalam suatu benda.Perhitungan
waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika suhu di dalam autoklaf mencapai
121 °C. Jika objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer
panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan
waktu pemanasan total untuk memastikan bahwa semua objek bersuhu 121 °C
untuk waktu 10-15 menit.
Medium yang akan disterilkan ditempatkan di dalam autoclave selama 15-20 menit,
hal ini bergantung pada banyak sedikitnya barang yang perlu disterilkan. Medium
yang akan disterilkan ditempatkan dalam beberapa botol yang agak kecil daripada
dikumpul dalam satu botol yang besar. Setelah pintu autoclave ditutup rapat,
barulah kran pada pipa uap dibuka dan temperatur akan terus-menerus naik sampai
121oC.
V.
PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
Berdasarkan praktikum
yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa media merupakan
suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi (zat makanan) yang diapakai
untuk menumbuhkan mikroba termasuk bakteri patogen tanaman sedangkan sterilisasi yaitu suatu proses
(kimia dan fisika) yang membunuh semua bentuk hidup terutama mikroorganisme.
5.2. Saran
Saran yang dapat saya ajukan yaitu untuk
kepentingan praktikum selanjutnya agar media yang digunakan untuk prtumbuhan
mikroba dapat lebih beragam lagi sehingga dapat menambah ilmu praktikan lebih
banyak lagi.
DAFTAR
PUSTAKA
Irianto, K. 2006. Mikrobiologi Jilid 1. Yrama Widya:
Bandung.
Khaeruni, A dan V. N. Satrah. 2014. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Dasar :
Fakultas Pertanian UHO. Kendari.
Label,
J. 2008,
Mikrobiologi : Pembuatan Medium,
Erlangga : Jakarta.
Sandra, 2013, Mikrobiologi Umum, Erlangga : Jakarta.
Sugianto, 2012, Pembuatan Medium, UGM : Yogyakarta.
LAMPIRAN
![]() |
|||||||








Keterangan :

Cajun Powder - ceramic vs titanium curling iron - Tiademy
BalasHapusCajun Powder - ceramic vs titanium curling iron - 1.5 tsp. babylisspro nano titanium hair dryer [The Scoville scale: mens titanium watches Heat Units] The Scoville scale: heat titanium hip units ecm titanium for food. welding titanium